Film 5 cm, mungkin menjadi titik dimana semua orang mulai menjadikan naik gunung wishlist mereka. Syuting mengambil lokasi di gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu Semeru serta pemain dan alur cerita menarik menjadi bekal yang kuat film ini laris dan menciptakan trend naik gunung. Gunung Semeru terletak di kabupaten Malang dan kabupate Lumajang, Jawa Timur. Ketinggian mencapai 3676 mdpl dengan danau air tawar Ranukumbolo yang terkenal dengan surganya Semeru (gw tau dari filmnya). Sosok Herjunot Ali dan Pevita Pearce menurut gw adalah yang paling menarik dalam film ini.
Gw, rama, aldi, dandy, afit, vania dan vema
Berangkat dengan menggunakan bis rosalia indah Solo-Malang jam 9 malam. Karena jalannya malem, gw ga bisa cerita banyak yang pasti kita sampe Malang jam 3 dan dilanjutkan dengan mencarter angkot sampe Tumpang. Di Tumpang ini semacam pos yang harus dilewatin sebelum ke basecamp Ranupani. Jadi disini pilihan transport buat yang ga punya kendaraan ada 2 pilihan, truk dan jeep. Gw naik truk dengan alasan biaya dan juga katanya lebih capek naik jeep dibanding truk. Perjalanan Tumpang-Ranupani memakan waktu 2,5-3 jam tapi dipertengahan jalan lo bakal berhenti buat menikmati pemandangan bromo dan savananya (semacam spot foto). Sesampainya ditumpang jam 10, kita langsung daftar untuk dibriefing oleh petugas TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) selama 2 jam-an, disana kita diberitahu mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta resiko-resiko yang mungkin terjadi. Sempat juga petugas mengkritik film 5 cm yang ga banget hahaha. Selesai briefing, gw dan anak-anak langsung packing ulang dan makan siang sebelum berangkat menuju Ranukumbolo. Ranupani-Ranukumbolo membutuhkan waktu 6 jam dan disana ada 5 pos dengan dominasi track landai serta vegetasi hutan. Pokoknya gw sampe ranukumbolo jam 7 maleman dan langsung nenda karena udah malem juga.



Esok harinya, gw langsung menuju kalimati. Perjalanan sekitar 3-4 jam dengan track sedikit nanjak dan vegetasi hutan. Disini 2 titik menarik yaitu bukit cinta dan oro-oro ombo. Bukit cinta ga perlu gw jelasin pasti lo udah pada tau kalo nonton film 5 cm (jangan percaya takhayul yang bilang kalo ngebayangin cewe sambil jalan natap kedepan bakal jadi soalnya gw gagal...hahaha). Kalau oro oro ombo itu padang lavender (sebenernya bukan lavender juga tapi sejeneis hama yang punya kuncup wara ungu jadi keliatan sama kayak lavender). Menurut petugas TNBTS, pendaki boleh memetik bahkan dianjurkan karena tanaman ini hama yang menyerap air dari tanah. Sampe di Kalimati pukul 2 siang dan cuaca saat itu mendung disertai rintik hujan. Kita memutuskan ngecamp dan alhamdulillah hujan turun jadi esok harinya cerah.
Persiapan summit dimulai jam 11, yang summit cuma yang cowo doang karena medan yang cukup berat. Naik 60 derajat pasir+batu
Jam 11.30 kita mulai jalan, disini rombongan gw kepecah 3, didepan ada gw dan afit, rama dan aldi (ngegeng anjir) dan dandy terakhir. Sebenernya sampe keluar arcopodo kita masih satu rombongan tapi karena dandy ada masalah dengan gaiter dan sering merosot akhirnya jadi kepecah. Kalo lo udah baca cerita tentang Rinjani , gw banyak belajar dari kejadian itu. Gw bawa tas dan makanan serta minuman yang cukup. Gw maksa jalan terus walau gw udah capek. Di Semeru juga ada badai pasir, jadi pasir bakal turun kek hujan. Pasti ada orang yang bakal teriak "balik badan, badai" "hujan pasir" dan semacamnya. Dan akhirnya jam 6 kurang gw sampe diatas dengan selamat... Alhamdulillah.
Puncaknya cukup luas dan akhirnya gw bisa nikmatin sunrise dari puncak gunung. Kadang ada suara dentuman keras disertai awan panas keluar karena Semeru sendiri masih aktif. Gw, afit, rama dan aldi udah nunggu lama dan ngira kalo si dandy nyerah. Akhirnya kita memutuskan buat turun, pas baru mau turun ketemu dandy dan itu jam 7. Akhirnya kita semua foto ulang.


Akhirnya kita semua turun kembali ke tenda di Kalimati. Perjalanan ke kalimati cuma makan waktu 2 jam kurang ga kayak perjalanan naiknya karena ya emang turun. Sampe dikalimati istirahat sampe tidur ana-anak yang lain. Jam 2 kita memutuskan buat kembali ke Ranukumbolo. Perjalanan cuma butuh waktu 1-1,5 jam karena di Cemoro -Kandang kita sempet berhenti karena hujan dan godaan semangka. Sampe Ranukombolo kira-kira jam 5 dan langsung nenda disana dengan makanan yang tinggal sedikit. Sebenernya banyak detail-detail cerita yang bisa gw kasih tapi berhubung ini kejadian sekitar semester 8 jadi agak-agak sedikit lupa.

Makasih buat Mahameru buat segala yang diberikan... gw bakal kesini lagi tapi cuma ke Ranukumbolo doang. Anyone ?
No comments:
Post a Comment