Thursday, April 5, 2018

TRAVA HOUSE

Hai, ga kerasa 2018 sudah berjalan seperempatnya. Di penghujung bulan maret ini gw mau nulis tentang pengalaman pertama kali nginep di tempat dengan konsep dormitory ala-ala ini. Kenapa memilih ditempat ini ? ya karena ada urusan di jogja yang mengahruskan gw menginap dan butuh tempat yang cuma sekedar untuk tidur. Jadi ada tes kerja di ECC UGM dan besok dilanjutkan dengan interview HR, gw mencari-cari tempat tidur yang murah. Mengingat gw follow akun @iamMariza di twitter, dia adalah seorang traveler dan pernah merekomendasikan penginapan murah yang ada kolam renang di Yogyakarta. Akhirnya gw baca dan memilih Trava House.



[Baca : Penginapan Jogja dibawah Rp 150.000 dengan kolam renang - @Iammariza]


Trava house terletak di gang ngadinegaran Jl. Mayjend Sutoyo Yogyakarta, cukup dekat dengan hotel Neo Awana. Awal kenapa milih tempat ini karena membaca postingan mba mariza mengenai rekomendasi penginapan di Yogakarta dengan kolam renang. Akhirnya setelah melihat instagram, jatuh pilihan dengan Trava house ini. Setelah urusan selesai, langsung memilih menggunakan gojek ketempat, tidak sampai 20 menit sudah sampai dari daerah tugu. Gang masuk agak kecil dan hanya muat satu mobil pas namun penduduk sana sudah tau Trava house dan ada halaman rumah warga yang dijadikan parkiran mobil. Setelah masuk gang, masuk gang lagi menuju penginapan ini yang menurut saya sangat sempit sekali hanya muat 2 orang. Pada saat masuk saya langsung disambut sama Mas Fitra yang menurut saya cukup baik dalam melayani tamu. Saya diantar masuk ke kamar berjenis dormitory ini. Satu kamar ini ada 4 ranjang dengan konfigurasi 2 kanan 2 kiri, masing masing ada yang diatas dan dibawah lalu ditiap posisi kasur diatas terdapat laci penyimpanan dibawahnya.



Setelah beres-beresin barang sebentar, gw menuju di ajak sama Mas Fitra melihat-lihat sekitar seperti dapur, ruang tv, kamar mandi, wastafel dan ruang makan. Dapur dan ruang makan bersebrangan, disini kita bebas mau ngambil teh dan kopi, juga disediakan piring, gelas dan kulkas. Lalu penginapan ini juga menyiapkan bir seharga 25k bagi kalian yang ingin, tentu bisa dimasukan kekulas namun harus ditempel label nama sebagai tanda bahwa itu barang punya kamu. Ruang TV berada di antai 2 lengkap dengan karpet dan tempat duduk lesehan. Kamar mandi dan toilet ada 2, masing masing bersebrangan berbentuk shower tanpa pemanas air. Terdapat 4 private room dan 1 room berbentuk dormitory sepertinya. Sore itu gw langsung mandi dan kamar mandinya cukup bersih, setelah itu gw berkenalan dengan sebut saja bunga. Dia sedang berlibur bersama pacarnya yang bernama aben/aber gw lupa, Gw ngobrol jadi dia mahasiswa S2 manajemen UI yang sedang berlibur menggunakan mobil. WTF.... mobil jogja-jakarta si cowo nyupir tanpa gantian, karena dkamar cuma berdua maka gw putuskan tanya berbagai hal dari mulai kenapa ngambil S2? dulu kuliah dimana? pernah kemana aja dijogja? ternyata dia cukup sering menginap ditempat sejenis ini. Setela obrolan chit-chat ini itu, akhirnya tanpa sadar gw ketiduran.



Bangun magrib, ternyata si cowo yang bernama aben ini mau sholat magrib, akhirnya gw juga ikut sambil berkenalan. Sholat magrib usai, mereka langsung cabut main dan gw bingung mau kemana akhirnya gw makan di sekitar sama ke alfa beli pisang dan eskrim. Besok harinya gw siap-siap mau pergi, dan ternyata pas gw ambi foto di ruang atas (ruang TV) ada staff yang nyamperin bernama mas Ari (gw lupa siapa), kita ngobrol dan dia baik menawarkan makan. Sarapan pagi waktu itu nasi kuning dan jus jambu, untuk ukuran 60.000 semalam itu lebih dari cukup hehehehe. Oke sekian dari saya.

No comments:

Post a Comment

Author