Saturday, January 14, 2017

RINJANI - LOMBOK

RINJANI, mungkin kata itu yang akan mewakili semua yang bakal gw tulis dipostingan ini. Perjalanan terberat dalam fisik dan terdalam secara jiwa selama 22 tahun gw hidup. Gw harus berada 900 km jauhnya dari tempat gw nulis ini cuma untuk naik gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Bagi yang belum tau, gunung Rinjani berada di kabupaten lombok utara, provinsi NTB. Ya, berada di pulau lombok. Ketinggian puncak Anjani berada pada 3726 mdpl dengan daya tarik danau segara anak yang berada ditengah-tengahnya.



Kita berangkat bertiga yaitu gw, rezha dan febe (temennya SMA rezha). Tadinya aldi dan mirsa ingin ikut namun aldi sedang ada lomba dan mirsa sedang diuji kisah cintanya

Jalur darat menjadi pilihan gw karena faktor keterbatasan biaya. Jam 8 kereta Yogyakarta - Banyuwangi berangkat dari stasiun Purwosari. Sepanjang perjalanan dihabiskan dengan mencoba tidur karena lo tau sendiri kereta ekonomi gw susah tidur karena kursi yang tegak. Pukul 10 malam kita sampai di stasiun banyuwangi, butuh jalan sekitar 5-10 menit untuk mencapai pelabuhan ketapang. Banyak juga teman-teman yang memakai carrier, kayaknya sih mereka akan naik rinjani juga. Setelah menyebrangi selat bali dengan ferry sampai kita dipelabuhan gilimanuk. Sampai gilimanuk pukul setengah satu lalu melanjutkan dengan menaiki bis menuju pelabuhan padang bai. Kira kira shubuh baru sampai pelabuhan padang bai dan kapal yang menuju pelabuhan lembar saat itu baru berangkat pukul 6-6.30 pagi. Kira kira kita sudah seharian penuh diperjalanan menuju gunung Rinjani. Perjalanan menuju pelabuhan Lembar dilombok memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan. Ini pertama kalinya gw naik kapal ferry dan perjalanan terjauh gw dari rumah menuju kelompok pulau sunda kecil. Diperjalanan yang gw lakukan cuma tidur dan main hp intinya bakal bosen sih tapi kalau sudah memasuki lombok maka terlihat gugusan pulau pulau kecil khas pemandangan nusa tenggara. Diperjalanan juga rezha tidur karena dia mabok laut (what an pussy...hehehe)




[caption id="" align="alignnone" width="818"] source : ngaku2backpacker.blogspot.co.id[/caption]

Tiba dipulau lombok pukul 1 siang dan saat itu cuaca panas sekali. Gw menyewa mobil suzuki carry sekitar 450 rb sampai plawangan sembalun. Perjalanan pelabuhan sampai kaki gunung rinjani membutuhkan waktu 2-3 jam perjalanan. Diperjalanan ini juga gw melewati ibukota provinsi NTB Mataram yang keliatan sepi berbeda dengan Tangerang apalagi Jakarta. Perjalanan mulai naik turun, pemandangan hutan serta suhu udara yang mulai dingin menandakan waktu itu sudah dekat dengan basecamp sembalun. Di Rinjani ini ada 2 basecamp sejauh pengerahuan gw yaitu sembalun dan senaru tapi orang-orang kebanyakan naik lewat sembalun dan turun lewat senaru. Setelah membayar transport gw sempet diskusi sama reza mau pake porter apa engga, tiba tiba kita ketemu rombongan dari bekasi yang setelah ini bakal menjadi berpengaruh besar dalam kesuksesan perjalanan gw.



Bang vindo, bang ice, bang ragib, mang dadung dan bagus. Mereka semua dari Bekasi kecuali bagus yang orang Bali

Setelah perkenalan singkat, akhirnya gw dan reza memutuskan nanjak bareng mereka. Perjalanan dimulai dengan naik mobil bak sampai plang rinjani karena disana tempat terakhir mobil bisa jalan. Mulai dari sana, semua dimulai dengan kaki. Perjalanan menuju pos III memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan, disana temennya reza febe sudah mengeluh capek dan sakit. Karena gw dan rezha ga enak dengan rombongan bang vindo dll untuk duluan namun kerennya mereka nolak dan malah nolongin febe dan bagi bagi makanannya ke kita (disini gw mau nangis karena terharu hahaha).



Nyampe pos III sekitar jam 9 dan kita langusung istirahat untuk melanjutkan perjalanan besok. Disini gw menyewa tenda lafuma (FYI... tenda lafuma itu salah satu tenda yang berat tapi kuat dan kokoh. Beratnya sekitar 4-5 kg). Jam 9 pagi setelah sarapan kita semua melanjutkan ke pos 4 atau plawangan sembalun. Disini adalah ujian yang cukup besar jika lo naik Rinjani. Disana ada 7 bukit penyesalan, kenapa penyesalan? karena disana ada 7 puncak bukit dan emg bikin orang nyerah buat ngelanjutin perjalanan. Lo banyangin aja siang-siang lo harus nanjak lewatin bukit, udah sampe dipuncak lo harus turun buat naik bukit lainnya tapi itulah Rinjani, punya caranya sendiri untuk menguji pendaki-pendaki sebelum gw melihat keindahannya. Perjalanannya sekitar 5-6 jam dari pos III dan capeknya luar biasa parah. Gw sendiri banyak istirahat dan lumayan ketinggalan dari rombongan karena sempet tidur dulu 10 menit hahaha. Rezha juga kayaknya capek karena dia harus bawa carrier febe dan carriernya depan-belakang. Nyampe plawangan sembalun jam 2 dan lo bakal disuguhi pemdangan sunset dibalik puncak baru. Semua beban dan capek entah kenapa hilang pas liat pemandangannya tapi pas udahan mah capek lagi sih. Setelah sampai kita mendirikan tenda dan gw masih inget waktu itu gw nenda ditempat yang cukup strategis dideket pos plawangan sembalun (kalo lo liat pos kayak pos ronda ya itu posnya).


[one_half][/one_half][one_half_last][/one_half_last]
Plawangan Sembalun berada diketinggian 2600 mdpl sementara danau Segara Anak 2000 mdpl

Disana kita dikasih tau kalau rawan ninggalin tenda kosong akhirnya kita memutuskan buat mempersilahkan bang vindo, bang ice dan bang ragib buat summit. Lalu jam 7 mereka balik, mang dudung, febe dan bagus summit jam 8 sampe atas sore dan balik ke plawangan sembalun malam. Pada saat jam 1 sambil nunggu febe balik ke plawangan, gw sama rezha berpikir kalo misalnya febe balik sore dan mereka memutuskan buat turun ke segara anak. Itu berarti tenda gw dan rezha bakal sendiri kososng, maka gw dan rezha memutuskan ngedrop tenda di segara anak dan gw bakal summit dari segara anak yang berarti gw bakal naik sekitar 1600-an mdpl. Gw turun jam 2-3 an sampe segara anak jam 5 disana kita istirahat sebentar dan bersiap-siap buat naik ke plawangan sembalun. Ketololan kita adalah air yang kita punya sedikit, sumber air di segara anak kecil dan jelek dan air danau tidak bisa diminum. Gw mikir untuk engga summit tapi sayang udah jauh-jauh ke rinjani tapi ga muncak buat apa. Akhirnya magrib gw sama rezha memutuskan naik ke plawangan sambil nahan lapar dan haus. Diperjalanan banyak cerita konyol dan tolol diantaranya...




  • Gw berjalan didepan sekaligus mandu jalan, gw hampir memandu diri gw dan rezha masuk jurang karena waktu itu gelap dan seinget gw emg itu jalannya. Untungnya ada orang yang neriakin kita bahwa itu jurang hahaha

  • Saking haus dan lapar, gw dan rezha harus minum dari bekasan sampah yang ada dijalan. Gw minum buavita bekas yang ga tau udah disana berapa lama dan untungnya masih ada sementara rezha ngejilat bungkus nutrisari yang rasanya kayak tai. Waktu itu tersisa setengah botol air tapi ga kita minum karena itu air danau segara anak.

  • Kita sempet istirahat dipinggir sambil minta-mita air, untungnya waktu itu ada yang ngasih nutrisari, coklat dan air hehehe pokoknya udah kayak gembel.


Sesampainya diplawangan jam 10.30 malam dan pas kita samperin tenda mereka ternyata mereka masih disana karena rombongan febe, mang dudung sama bagus baru sampe tadi malam terus kondisi febe juga yang gak mungkin buat turun. Gw sama rezha kaget dan nyesel karena percuma kita ngedrop tenda ke segara anak (son of a bitch) gw salah perhitungan. Yudah akhirnya gw makan dan minum yang banyak serta tidur 1,5-2 jam sebelum akhirnya summit. Jam 1 gw dan rezha bangun buat summit, perbekalannya gw bawa cuma teh dan beberapa beng-beng apa better waktu itu. Jalan menuju puncak itu pasir dan kalo lo napak pasti turun, disanalah ujian terberat dari penanjakan kali ini. Gw udah terpisah jauh sama rezha karena jam 5 gw capek dan kedinginan. Gw memutuskan buat istirahat dibalik batu karena angin gunung dateng dari segala arah. Waktu itu cahaya orange khas sunrise udah mulai keliatan dari kejauhan tapi karena gw kedinginan dan nyaman udah tiduran akhirnya gw terlena. Gw menggigil sendirian tanpa ada orang yang mau nolongin. Beberapa saat ada orang akhirnya meluk gw sampe jam 6 lebih sampe matahari ada dan badan gw bisa hangat. Gw mungkin hampir hiportemia kali ya hahaha. Mereka adalah rombongan dari UNDIP Semarang (Gw makasih banget kalo lo baca blog ini... hubungi gw, gw traktir lo nasi telor burjo+es teh)



Akhirnya gw sampe dipuncak jam 7 siang padahal si rezha udah sampe dari jam 6 kurang hahaha. Namanya juga usaha ga selalu sesuai dengan pengharapan. Disaat gw foto-foto gw ketemu orang-orang yang nolongin gw tadi, mereka minta tolong gw buat fotoin mereka hehe. Puncaknya sendiri ga bergitu besar lalu kita harus antri kalau mau foto dispot yang keliatan danau segara anak dengan papan puncak. Waktu itu jam 8 atau 9 gw lupa dan puncak udah sepi, akhirnya gw mutusin buat turun. Saat turun gw liat masih ada orang yg mau mucak, gw salut buat orang yang bisa muncak ditengah terik matahri yang waktu itu jam 9 tapi udah parah banget.


Gw sebenernya mau cerita lagi tapi kayaknya udah panjang banget postingan gw tentang rinjani padahal ceritanya masih berlanjut dan menarik. Gw bakal update nanti kali tapi untuk saat ini sampai segini dulu.




[caption id="" align="alignnone" width="1200"] Pardon me for my inapporiate face ( should put parental guide or something for this pic)[/caption]

No comments:

Post a Comment

Author